Prevalensi Stunting Turun, PEMKOT Yogyakarta Genjot Intervensi Sejak Calon Pengantin
- Administrator
- Senin, 28 Juli 2025 12:14
- 155 Lihat
- News Update

Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menyasar kelompok rentan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, hingga bayi di bawah dua tahun (baduta), melalui deteksi dini dan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap kelurahan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa data real-time menjadi kunci untuk intervensi tepat sasaran, didukung oleh program “satu kampung satu bidan” yang memantau perkembangan by name by address. Hasilnya, prevalensi stunting turun dari 16,8 persen pada 2023 menjadi 14,8 persen pada 2024. Per 7 Juli 2025, sebanyak 26 dari 545 calon pengantin teridentifikasi berisiko stunting dan telah menerima intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta tablet tambah darah. Selain itu, terdapat 9 ibu hamil, 443 baduta, dan 161 keluarga baru yang dikategorikan sebagai keluarga berisiko stunting dan juga telah mendapat intervensi dengan dukungan dana dari BOK, Danais, dan BKKBN.